Nabiyur Rahmah

By: David Servetus in Kenali Nabimu

Disifatkan di dalam taurat tentang kemuliaan Sang Nabi dari sifat-sifat beliau. Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari “Wa laa yadfa’us-sayyi’atu bis-sayyi’ah” Rasul saw itu tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, akan tetapi beliau saw memaafkan dan mengampuni. Inilah budi pekerti manusia yang paling mulia, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, bahkan semakin jahat musuhnya semakin lembut beliau, bahkan semakin keras keinginan Beliau mendoakan mereka dan mengajak kepada keluhuran, “wa laakin ya’fu wayaghfir”, Beliau memaafkan dan mengampuni.

Manusia yang paling pemaaf adalah Nabi Muhammad saw oleh sebab itu dipuji oleh Allah, “Fainnaka la ‘ala khuluqin azhim (Maka sesungguhnya engkau benar-benar berakhlaq agung”. Allah tidak akan mencabut ruh Sang Nabi sampai ia meluruskan agama yang telah disesat dan diselewengkan, sampai mereka mengucapkan dan meyakini Laa ilaaha illallaah, sampai jiwa mereka terang benderang dengan Laa ilaaha illallah, sampai mereka tidak mengakui ada tuhan lain selain Allah.

Terbukalah hati yang tertutup kegelapan dengan kebangkitan Sang Nabi. Terbuka mata yang buta menjadi melihat, telinga yang tuli menjadi mendengar, jiwa yang tertutup menjadi terbuka dengan cahaya hidayah. Bukan berarti orang-orang itu buta matanya, tetapi buta mata-hatinya dari hal yang mulia di sisi Allah. Ia melihat, tetapi tidak mau melihat apa-apa yang dimuliakan Allah. Ia mendengar, tetapi telinganya berat mendengar hal-hal yang mulia disisi Allah. Jiwa yang tertutup akan terbuka dan terbit dengan cahaya kebahagiaan dan kemuliaan dengan kebangkitan Nabi Muhammad saw.

Demikian agungnya sifat Sang Nabi. Mungkin kita malu medengar sifat mulia Sang Nabi ini yang belum mampu kita ikuti. Setidaknya, kita memahami bahwa inilah sosok idola, inilah manusia yang indah yang paling pantas aku cintai, Sayyidina Muhammad saw. Allah munculkan sifat-sifat mulia pada Sang Nabi agar dicintai oleh ummatnya saw, dan kemuliaan ini terwariskan pada jiwa para sahabat ra, pewaris risalah Nabawiyah yang pertama. Kemudian dilanjutkan oleh para penerus risalah dari zaman ke zaman.

One Response to “Nabiyur Rahmah”

  1. on 13 Apr 2008 at 10:59 am 1.urang Bogor said …

    ASsalamualaikum Wr.Wb.
    Mas Admin teruskan dkwah ini, InsyaAllah antum di jalan yang lurus. cinta Rosulullah, cinta sahabat, cinta ahlul bait cinta umat islam. semua yang antum ceritakan about Yahudi, nasrani, Wahabi, itu benar adanya. semoga Allah melindungi engkau dan tetap dalam aqidah ahlussunah waljamaah. Amin

Trackback This Post | Subscribe to the comments through RSS Feed

Leave a Reply



Free web hosting Web hosting